Apa itu Ajaran Sosial Gereja (ASG)?

Ajaran Sosial Gereja atau ASG berisikan ajaran Gereja tentang permasalahan keadilan di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. ASG berusaha membawakan terang Injil ke dalam persoalan keadilan sosial di tengah jaringan relasi masyarakat yang begitu kompleks. Dengan kata lain, ASG berusaha mengaplikasikan ajaran-ajaran Injil ke dalam realitas sosial hidup bermasyarakat di dunia. Tujuan ASG adalah menghadirkan kepada manusia rencana Allah bagi realitas duniawi dan menerangi serta membimbing manusia dalam membangun dunia seturut rencana Tuhan (bdk. Hervada, 1995).

Secara sempit ASG dimengerti sebagai kumpulan aneka dokumen (umumnya disebut ensiklik) yang dikeluarkan oleh Magisterium Gereja dan berbicara tentang persoalan-persoalan sosial. Dokumen-dokumen tersebut antara lain Rerum Novarum (disingkat RN, tentang kondisi buruh, dikeluarkan oleh Paus Leo XIII tahun 1891), Quadragessimo Anno (disingkat dengan QA, tentang pembaharuan tatanan sosial oleh Paus Pius XI tahun 1931), Mater et Magistra (disingkat dengan MM, tentang umat kristiani dan persoalan-persoalan sosial di dunia, ditulis oleh Paus Yohanes XXIII tahun 1961), hingga yang terakhir untuk sementara ini, yakni Caritas in Veritate (ditulis oleh Paus Benediktus XVI, terbit tahun 2009). Dokumen-dokumen Ajaran Sosial Gereja hingga masa Paus Yohanes Paulus II dapat didownload di blog Ajaran Sosial Gereja Katolik.

Dalam ensiklik Centesimus Annus (biasanya disingkat dengan CA, terbit tahun 1991), Paus Yohanes Paulus II menegaskan bahwa Ajaran Sosial Gereja termasuk dalam ajaran resmi iman dan tergolong dalam antropologi teologis. Antropologi teologis adalah teologi atau ajaran tentang manusia yang telah ditebus dan dirahmati oleh Kristus.

Kita masih bisa memasukkan dokumen-dokumen yang dikeluarkan oleh konferensi para uskup dari berbagai negara. Pertemuan para uskup dari bumi Amerika Latin di Medelin melahirkan dokumen-dokumen yang kemudian dikenal dengan dokumen Medelin pada tahun 1968 atau juga Dokumen Puebla di Puebla pada tahun 1979. Para uskup Amerika Serikat mengeluarkan Surat Pastoral berjudul Economic Justice for All (Keadilan Ekonomi bagi Semua) di tahun 1986. Dari KWI kita mengenal Surat Gembala tentang Pemilu, Nota-nota Pastoral KWI 2003, 2004, dan 2006, dsb.

Dokumen-dokumen sosial dari para uskup tersebut mencerminkan pergulatan Gereja dalam usaha menghadirkan diri di tengah kehidupan bermasyarakat dalam konteks wiayah masing-masing. Karena itu, ASG tidak dapat dipahami melulu sebagai kumpulan dokumen sosial yang diterbitkan oleh Magisterium. Sementara dokumen atau ensiklik sosial berisikan ajaran sosial yang kurang lebih baku, ASG ditafsirkan dan dijabarkan dalam pergulatan umat kristiani di tengah-tengah kehidupan sosial, politik, budaya dan ekonomi (bdk. Kieser, 2007, 2). Kehidupan bermasyarakat dan konteks hidup sehari-harinya menjadi lapangan kerja yang konkret bagi pengembangan ajaran sosial Gereja. Karena itu, sebenarnya bisa dikatakan bahwa ASG telah ada sejak umat kristiani menjalani hidup di tengah masyarakat dan dunia.

Keberadaan ASG dalam Gereja tidak dapat dilepaskan dari kenyataan bahwa Gereja diutus oleh Tuhan ke dalam dunia (bdk. Yoh 17:18). Tuhan bahkan tidak berpikir untuk mengambil Gereja dari dunia (bdk. Yoh 17:15). Tuhan mengutus Gereja ke dunia untuk menjadi sakramen kehadiranNya dan menandai hadirnya tanda dan sarana keselamatan Tuhan di dunia. Karena itu, tugas Gereja adalah hadir di dunia, bukan lari dari dunia. Misinya adalah mewartakan dan mengomunikasikan keselamatan Kristus, yang disebutNya “Kerajaan Allah”, yakni persatuan dengan Allah dan persatuan seluruh umat manusia. Dengan hadir di dunia, Gereja menjadi benih dan awal dari Kerajaan Allah (bdk. Compendium art. 49).

Warta keselamatan Kristus melalui kehadiran Gereja menuntut terjadinya perubahan nyata tatanan dunia sesuai dengan yang dikehendaki Kristus. Cinta kasih Kristus, yang menjadi perintah utama dan syarat utama sebagai murid Tuhan (Yoh 13:35), harus diterapkan kepada sesama dalam relasi sehari-hari dan dalam hidup bermasyarakat. Perwujudan cinta kasih itu bukan sekedar menyapa orang lain, memberi senyum, dan membantu dengan mengulurkan tangan. Perintah kasih diwujudkan dalam upaya-upaya membuat dunia ini menjadi tempat yang sesuai dengan kehendak Allah dan membangun KerajaanNya. Maka, membangun keadilan sosial, menebarkan perdamaian, mengutamakan kepentingan mereka yang paling membutuhkan, mempromosikan hormat terhadap martabat manusia merupakan bentuk nyata dari aplikasi perintah kasih. Ajaran Sosial Gereja berkaitan langsung dengan bagaimana hukum cinta kasih Kristus dilaksanakan oleh Gereja dalam hidup sehari-hari di tengah masyarakat dan dunia.

 

Referensi:

Hervada, Javier (1995). “The Principles of the Social Doctrine of the Church”. http://www.columbia.edu/cu/augustine/arch/social.html

Kieser, Bernhard (2007). “Pilar-pilar Ajaran Sosial Gereja”. Makalah disampaikan dalam Sidang KWI 2007, 8 Nopember 2007.

Pontifical Council for Justice and Peace (2004). Compendium of the Social Doctrine of the Church. http://www.vatican.va/roman_curia/pontifical_councils/justpeace/documents/rc_pc_justpeace_doc_20060526_compendio-dott-soc_en.html, edisi bahasa Indonesia: Kompendium Ajaran Sosial Gereja. http://www.vatican.va/roman_curia/pontifical_councils/justpeace/documents/kompendium_text_id.pdf

3 thoughts on “Apa itu Ajaran Sosial Gereja (ASG)?

  1. sip…mungkin perlu dibuatkan artikel tentang istilah-istilah dalam ASG, contoh “Mater et Magistra” artinya apa…biar orang yang bodo pela pelo bisa ngerti….hehehehe….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s