Prinsip-prinsip Ajaran Sosial Gereja: pengantar

Ajaran sosial Gereja memiliki prinsip-prinsip fundamental yang mendasari seluruh gagasan dan pemikiran Gereja tentang ajaran sosial. Di dalam Compendium of the Social Doctrine of the Church atau Kompendium Ajaran Sosial Gereja (dalam tulisan ini disingkat Compendium), prinsip-prinsip tersebut bukan hanya dipaparkan sebagai sesuatu yang permanen dan universal. Prinsip-prinsip fundamental itu menjadi “parameter acuan untuk menafsirkan dan mengevaluasi fenomena sosial, sekaligus menjadi sumber penting bagi kriteria untuk disermen dan orientasi bagi interaksi sosial di setiap area.” (Compendium art. 161). Dengan kata lain, prinsip-prinsip dasar itu merupakan tolok ukur untuk menilai suatu fenomena atau persoalan sosial dan sekaligus menjadi landasan untuk mengambil sikap.

Prinsip-prinsip ajaran sosial Gereja dikemas dalam nilai-nilai universal, nilai-nilai kemanusiaan (bdk. Stabile, 2006, 7). Pemaparan nilai-nilai universal keselamatan memungkinkan orang-orang dari budaya, agama, dan kepercayaan berbeda menerima serta memahami ajaran sosial Gereja. Dengan cara ini, Gereja lalu tidak hanya berbicara kepada umat Katolik. Secara lebih leluasa Gereja justru bisa menyapa dan berdialog dengan orang-orang yang berkehendak baik dan berkomitmen terhadap kesejahteraan umum yang berasal dari agama dan kepercayaan lain serta serta mengajak mereka bersama-sama mencari jawab atas aneka persoalan tentang kodrat manusia dan masyarakat manusiawi.

Dalam kenyataan, Ajaran Sosial Gereja memang dipelajari oleh banyak orang, yaitu para pemerhati persoalan sosial dan pejuang-pejuang keadilan sosial, yang justru bukan Katolik. Justru karena bahasa universal atau bahasa kemanusiaan yang digunakan di dalam Ajaran Sosial Gereja, banyak orang menemukan dasar bagi pembangunan martabat manusia dan keadilan sosial.

Compendium of the Social Doctrine of the Church menyebut empat prinsip fundamental, yaitu martabat pribadi manusia, kesejahteraan umum (common good atau bonum commune), subsidiaritas, dan solidaritas (bdk. Compendium art. 160). Dalam banyak tulisan dan studi mengenai doktrin sosial Katolik, keempat prinsip tersebut masih dijabarkan lagi dalam beberapa prinsip lain yang lebih detil. Dalam paper sederhana ini, selain disajikan keempat prinsip tersebut, ditambahkan prinsip lain yang selama ini masih menjadi persoalan bagi beberapa kalangan dalam Gereja sendiri, the option for the poor.

Posisi Manusia dalam Gereja

Paus Yohanes Paulus II menuliskan dalam ensiklik Centesimus Annus (biasanya disingkat dengan CA), “….pokok pembahasan dan, dalam arti tertentu, prinsip pemandu ensiklik Paus Leo (maksudnya ensiklik Rerum Novarum oleh Paus Leo XIII, penulis) dan seluruh ajaran sosial Gereja adalah pandangan tentang pribadi manusia dan nilai unik pribadi….” (CA art. 11). Lebih lanjut, paus mengatakan,

“Satu-satunya tujuan Gereja adalah memelihara dan bertanggung jawab atas pribadi manusia yang telah dipercayakan Kristus kepadanya…. Kita tidak berhadapan dengan kemanusiaan yang ‘abstrak’, melainkan dengan pribadi nyata, ‘konkret’, ‘historis’. Kita berhadapan dengan setiap individu, karena setiap orang adalah bagian dari misteri Penebusan, dan melalui misteri ini Kristus menyatukan diriNya dengan setiap orang selamanya. Karena itu, Gereja tidak dapat mengabaikan kemanusiaan, dan bahwa ‘pribadi manusia ini adalah langkah utama yang harus ditapaki Gereja dalam melaksanakan misinya…langkah yang telah dijejaki oleh Kristus sendiri, satu-satunya jalan menuju misteri Inkarnasi dan Penebusan.’ Inilah satu-satunya prinsip yang menginspirasi ajaran sosial Gereja.” (CA art. 53).

Kutipan panjang di atas menunjukkan bahwa tanggung jawab dan sekaligus sasaran misi Gereja adalah manusia. Dasarnya adalah misi keselamatan Kristus di dunia, yang ditujukan kepada seluruh manusia. Manusia adalah target utama dan satu-satunya misi Kristus. Gereja, sebagai kelanjutan misi penebusan Kristus, sepenuhnya sadar akan hal ini. Mewarisi dan melaksanakan misi keselamatan Kristus tidak lain berarti bekerja bagi manusia, bagi keselamatannya.

Manusia, yang menjadi fokus Gereja, adalah pribadi manusia yang konkret dan historis. Artinya, manusia dengan segala aspek dan dinamika kehidupannya serta keterkaitannya dengan latar belakang dan lingkungan hidupnya; manusia dengan segala problematika kehidupan dan hubungannnya dengan sesama, alam lingkungannya, dan dunia. Segala hal yang berkaitan dengan manusia dan kehidupannya merupakan perhatian utama Gereja. Centesimus Annus menjelaskannya dengan mengatakan “pribadi manusia sebagaimana ia terlibat dalam jaringan kompleks relasi dalam dunia modern” (CA art. 54).

Kepada manusia ini Gereja bukan hanya mewartakan keselamatan dan penebusan Kristus, tetapi juga memberikan tawaran bagaimana ia harus menjalani kehidupan dalam relasi dengan masyarakat, lingkungannya, dan alam semesta. Kepada manusia Gereja berbicara. Kepada manusia Gereja mewartakan misinya. Kepada manusia Gereja menawarkan program keselamatan. Kepada manusia Gereja menghadirkan dirinya di dunia ini. Gereja ada di dunia ini untuk manusia. Tidak mengherankan bila manusia memiliki peranan dan posisi sentral dalam keseluruhan ajaran sosial Gereja. Manusia memiliki nilai tinggi bagi Gereja.

Pentingnya posisi manusia ini mendorong Gereja untuk mendasarkan seluruh ajarannya, terutama ajaran sosialnya, pada pandangan atau persepsi atau konsepsi tentang manusia.

Dalam tulisan-tulisan berikutnya akan dipaparkan prinsip-prinsip ASG satu-persatu dan juga prinsip-prinsip yang mengalir serta terkandung dalam prinsip-prinsip tersebut.

Referensi

Stabile, Susan J (2006). CST 101: Basic Principles of Catholic Social Thought. Review of Business Vol. 27 No. 2. Spring. Pp. 7-12.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s